CERPEN (Noda di Kertas Putihku)
NODA DI KERTAS
PUTIH-KU
Malam
ini, malam minggu malam dimana seharus nya aku bisa istirahat dengan tenang
akan tetapi tetap sama seperti malam2 sebelum nya ku habis kan waktuku
mengerjakan tugas .
Tepat jam
00.00 aku berhenti mengerjakan tugas, ku urungkan niat ku untuk begadang karena
tangan ku sudah kaku untuuk menulis, leher ku pun sedikit sakit . aku rebahkan
tubuhku di kasur namun mata ini tidak ada rasa ngantuk, lalu kumain kan hp ku
sampai aku terasa bosan, namun rasa kantuk tak kunjung datang.
Entah
mengapa diantara rasa lelah namun mata yang tak ingin tidur itu aku teringat
masa dimana menurutkan masa yang sangat pahit, aku sering mengingat akan
masalalu itu sepertinya tak akan dilupakan.
Kejadian
itu, tepat nya waktu aku masih duduk di kelas tiga tingkat SLTP.
Berawal
dari bulan ramadhan, seperti biasa malam itu aku pergi kemesjid untuk sholat
terawih bersama teman-teman ku, sebelum ke masjid kami singgah sebentar kepasar
malam karena ku ada janji dengan teman ku untuk bertukar hp di pasar, setelah
selesai menukar kartu di masing2 hp
tiba2 ada 2 orang lelaki dewasa datang mengejutkan kami karena terkejut
kami pun lari tunggang langgang,tampa sadar task u tertinggal, setelah merasa
aman aku pun kembali ketempat semula untuk mengambil tas tapi tas ku sudah tidak
ada di tempat lagi bisa dibilang tasku hilang
di ambil orang beserta isi didalam nya, isi nya yaitu 2 hp, uang
rp.7000, dan mukena tentu saja yang paling dikhawatirkan adalah 2 hp yang
hilang tersebutsb, aku menangis dan berkata “bagaimana ini?barang-barang ku
hilang semua,,tapi aku tidak tahu siapa pelaku nya?pasti aku dimarahin sama
ayah dan ibu”ujarku sambil menangis tersedu-sedu.
“tenang
mei,,kami pasti bantu kok orang tua kamu pasti mengerti ,tenang kita cari
sama-sama percuma kalau cuman nangis gak bakal ketemu” jawab kawan ku agar aku
tenang dan berhenti menangis.
Banyak
teman-teman ku yang membantu untuk mencari namun belum juga ada hasil,,karena
sudah cukup larut kami pulang karena takut orang tua kami khawatir, sedangkan
teman laki-laki ku masih tetap bantu mencari.
“udah
,,kalian pulang aja dulu kerumah biar kami disini yang bantu mencari ,kalian
kan cewek udah udah malam banget ni,,kamu jugak mei jangan takut sama orang tua
kamu ,jelasin aja keaddan apa adanya”kata wahyu salah satu teman laki-laki ku.
“ia deh
yu,,kami pulang,,bantu aku ya yu, makasih ya yu “balas ku
Setelah
sampai dirumah aku sangat takut, keringat dingin pun bercucuran saat aku
mengetuk pintu, saat adik ku membukakan pintu aku lansung bertanya “ ayah dan
ibu dimana dek?”
“ada kak
,di ruang tengah” adik ku menjawab dengan wajah heran, aku beranikan diri untuk
menceritakan masalah yang terjadi kepada orang tua ku.
“ayah
,,ibu…”panggil ku dengan nada lemah dan menunduk
karena takut
“iya,,tadi
siapa imam terawih nak?” Tanya ayah ku pertanyaan biasa yang ia lontarkan kalau
dia tidak sholat terawih.
“tak tahu
yah,,mei tidak terawih yah” jawab ku
“kok bisa
? kamu kan bilang nya pergi terawih” ibuku juga menyahut karena heran.
“tas mei
hilang,didalam tas tu ada hp mei, hp ibu, mukena hilang nya sebelum mei sholat
terawih,,” jwab ku dengan suara pelan
“kenapa
bisa hilang ?” jawab ibuku dengan wajah
hampir marah. Aku ceritakan semua nya
“makanya hati-hati usahakan dicari ya mei,,lain kali kalau memang mau sholat
terawih jangan bawak kayak barang-barang berharga seperti lagi,,,mau sholat
atau main hp di masjid tu ?” dengan nada kesal ibuku berkata seperti itu.
“ialah,,kalau
sudah hilang mau gimana lagi, klau rezeki insyaallah ketemu lain kali hti-hati
aja nak ya “ perkataan ayah ku menenangkan aku
“makasih
yah” sahutku lalu melangkah kan kaki masuk ke kamar
Malam itu
untung saja aku masih bisa tidur. Setelah beberapa hari hp itu seperti nya
memang tidak ada jalan lagi ditemukan, aku pun sudah tidak terlalu memikirkan
nya lagi ya pikir ku “yang berlalu biarlah berlalu”.
Beberapa
bulan setelah kejadian itu tepat pada lebaran idul adha muncul berita yang
tidak baik tentang ku yang ternyata berhubungan dengan hp ku yang hilang pada
bulan ramadhan , ternyata aku dituduh ketemuan dengan teman laki-laki pada malam hari di tambah lagi karena di dalam hp itu ada
foto teman laki-laki tersebut dan
sepertinya banyak berita miring yang lain.
Hp ku yang hilang dulu diserahkan kepada staf
keamanan desa , entah apa maksud orang yang menyerahkan itu jelas sekali itu
niat jahat karena jika memang benar kami melakukan kesalahan kenapa tidak dari
dulu masalah itu diproses.Aku sangat bingung, bingung dengan yang terjadi “disaat
keadaan sudah tenang kenpa begini?kalau memang orang itu mau memproses hp itu
kenapa tidak dari dulu?kenapa baru sekarang?kenpa tidak minta penjelasan ku?se
olah2 aku tidak terlibat dalam masalah itu “muncul berbagai pertanyaan dalam
benak ku.
Di hp ku
itu memang foto teman laki2 ku karena memori hp ku rusak aku membeli memori
teman ku yang kebetulan hp ny juga rusak, teman ku memang melarang ku untuk
menghapus beberapa foto dia karena dia ingin mencetak beberpa foto tsb ya jadi
foto2 tsb memang masih ad PIKIR ku “hanya sebuah foto,,kenapa malah menjadi
dugaan yang macam2 dan yang jelas benar2 tuduhan kejam”
Aku cukup
kesal dan takut, orang tua ku termasuk orang yang terpandang di kampungku jadi
nama baik orang tua ku pasti terancam karena berita-berita yang tidak baik itu.
Teman laki-laki ku yang ikut terjerat masalah itu rio namanya dia ternyata
sudah di introgasi oleh staf desa dia sudah jawab apa adanya .aku heran kenapa
aku tdak mereka introgasi juga?sedangkan yang mereka permasalahkan adalah hp
ku?dan yang lebih mengesal kan lagi hp ku tidak dikembalikan tapi saat itu aku
tidak terlalu memikirkan hal itu yang ku pikirkan adalah tuduhan2 yang tidak
benar bahkan muncul berita2 yang tambah tidak masuk akal bagiku.
Masalah
ku ternyata tidak berhenti sampai disitu , gara2 tuduhan itu malah muncul lagi
tuduhan2 yang lebih kejam lain nya yaitu berita tentang aku hamil. Awal nya aku
bersikap biasa saja karena ku pikir “untuk apa aku memikirkan masalah yang
jelas bohong nya lama kelamaan juga terbukti aku tidak hamil”teman2 ku juga
setuju dengan pemikiran ku malah tak jarang hal itu mereka buat candaan
bersamaku karena lucu rasanya mendengar gosip itu.semakin lama semakin menyebar
bahkan ke desa2 lain se olah2 berita itu nyata. Aku sadar akan hal itu karena
banyak teman sekolah ku yang bertanya padaku “mei..kamu tau tidak ? berita soal
kamu hamil itu udah nyebar kesemua tempat, orang tua aku aja nanyak sama aku, kalau kamu itu masih sekolah
tidak ?kan kalau kamu hamil pasti kamu tidak sekolah lagi” teman ku bercerita
dengan muka serius
“ya
Allah…jadi orang2 percaya gitu kalau aku
hamil? Aku tidak ada libur sekolah kan,,ya karena aku baik2 aja,,soal hamil itu
pastilah hanya fitnah2 kejam “ jawab ku dengan mata yang berkaca-kaca
“ia
mai,,aku tahu ,,aku jugak sudah jelaskan sama ibuku, ibu percaya kok sama
aku..sepertiny masalah ini tidak bisa dibiarkan lagi mai,,karena banyak orang2
mengira itu nyata” jawab teman ku sembari memegang pundak ku
“betul
itu tin..masalah ini harus diselidiki sipa yang memulai menyebarkan berita ini,
kalau sampai ke telinga orang tua ku entah bagaimana kejadian ?” jawab ku
dengan semangat lalu seperti bingung.
Besok nya
aku dan teman2 ku mulai pergi ke beberapa tempat untuk menyelidiki ,,ternyata
banyak juga rantai berita itu sampai ke
pangkal atau dalang yang sebenar nya sudah menyebarkan gossip dan yang lebih
parah nya orang itu yang memang selama ini membenci ku , aku tak pernah tahu
pasti mengapa dia membeciku?karena aku memang tidak ada berhubungan social
dengan dia, kami hanya salinng bertemu kalau pergi sekolah karena sekolah kami
berlawanan arah, rumah kami pun sangat jauh.
Dia
mengaku telah menyebarkan malah dia membanggakan dia berhasil membuat buruk
nama baik ku “kak..oke kami terima kakak membenci ku ,aku manusia yang selalu
berbuat salah,,tapi setidak nya kakak kasih tahu apa salah ku ? sakit rasanya ketikaa
ada org yg membenci kita tapi tak pernah bilang secara pasti apa ksalahan
kita?” aku menegaskan
“tak usah
sok-sok baik lah, sok2 suci..muak aku dengar kau bicara,yang jelas aku tak akan
pernah baik dengan kau “ balas nya dengan kata2 kasar tetapi tetap tidak
menjawab yang aku tanyakan.bahkan dia malah mengajak berkelahi kalau aku mau
baru dia akan memberi tahu hal yang membuat dia benci kepadaku.
Sebenar
nya ingin sekali aku mengikuti mau nya itu karena aku sudah sangat geram dengan
perbuatan nya yang sudah sangat kejam,
tapi aku tolak karena yang aku pikirkan kalau aku berkelahi mungkin
nanti malah bertambah muncul berita yang tidak baik lagi tentang aku ibarat pepatah “biarlah
menggenggam bara api dari pada melepaskan nya”.
Masalah
tentang berita aku hamil pun tak mudah untuk diluruskan, ditambah lagi dengan
terror dari orang kejam itu yang sekarang malah terang2an bahkan mangajak
teman2 nya,,setiap pergi sekolah pun aku harus menahan air mata dan emosi
karena kalau kami bertemu di jalan ber macam2 kata hinaan bahkan aku pernah di
ludahi, dilempar dengan kayu. Entah memang aku yang penakut atau memang karena
aku memiikirkan penilaian masyarakat terhadap ku aku hanya diam setiap kali
diperlakukan kejam seperti itu, dengan harapan mereka akan berhenti karena aku
tidak melawan sama sekali.
Lama
kelamaan aku juga sudah tidak terlalu memikirkan orang2 itu lagi, berita
tentang aku hamil pun mulai hilang karena aku pun juga menunjukkan ke
masyarakat bahwa aku baik2 saja contoh nya aku keliling kampung menunjukkan
keadaan ku kepada masyarakat ya tentu saja banyak yang memandangku dengan wajah
penasaran.
Yang sangat
aku rasa aneh, dari awal masalah sampai masalah ini hampir hilang pun orang tua
ku tidak tahu padahal semua orang tahu tentang berita itu, kalau orang tua ku
tau pasti mereka tidak diam saja, sampai sekarang pun aku masih bingung apakah
mereka memang benar2 tidak tahu ? atau tahu tapi bersikap biasa saja ?entahlah
Wallahu alam. Jujur saja , karena masalah itu aku punya tekad kuat untuk
sekolah di luar desa karena aku lelah menghadapi orang2 yang kejam itu, mulut
masyarakat yang mudah menerima dan menyampaikan berita.
Ibuku
ternyata tahu tentang perlakuan jahat orang-orang kejam itu dari adikku tetapi tdak tentang aku hamil, ibuku bilang “
jangan balas dengan mencaci mereka atau dengan perlakuan buruk juga kepada
mereka akan tetapi buktikan bahwa mai akan jadi orang yang berhasil, yang lebih
baik dari mereka mungkin orang2 seperti itu hatinya penuh dengan rasa iri nak
“ujar ibuku memberi semangat
“ia bu,
mai juga berpikir sperti mudahan mai lulus nanti dan bisa mmelanjutkan sekolah
di luar desa ini bu ya ?” kata ku dengan sedikit muka memelas
“ialah
nak,,ibu pasti mau,,do’a kan aja orang tua mu berezeki dan jaga kepercayaan
orang tua, kalian lah semangat kami untuk bekerja, untuk kalian lah maka nya kami
berusaha nak “ ibu ku berkata dengan suara lembut tapi penuh harap
“ia bu,
mai janji akan jaga kepercayaan ayah ibu, beruntung mai punya orang tua seperti
ayah dan ibu yang selalu pengertian” aku berkata tampa sadar air mataku
menetes,ibu ku seolah tahu lalu berrkata
“ sudah
nak jangan di ingat2 lagi perbuatan orang2 itu, jadikan itu motivasi”
“ia bu”
jawab ku sambil menangis dipangkuan ibuku.
Sebelum aku sempat mengenyam pendidikan di
luar desa muncul berita yang mengejutkan tentang orang yg membenciku itu yaitu ada berita bahwa dia hamil
Dan
ternyata bukan hanya sekedar berita . dia berhenti sekolah lalu melaksanakan
pernikahan dirumah ku sendiri karena ayah ku adalah seorang penghulu. Aku
menyaksikan pernikahan nya dan semua orang juga tahu pernikahan itu tida baik
karena sudah hamil duluan. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan tapi yang jelas
tidak ada sedikit pun niat ku untuk mengejek nya walaupun yang ia alami sudah
jelas nyata nya. Yang ada dalam pikiran ku “aku juga perempuan, perjalanan ku
masih sangat panjang, aku harus biasa jaga diri dan lindungiku aku ya Allah “.
Sekarang
aku sudah merasa jauh lebih baik, aku sangat bahagia bisa disibukkan dengan
tugas2 sekolah daripada disibukkan dengan mengurus berita2 murahan seperti
dulu, bahkan aku lebih dekat dengan Allah swt semenjak kejadian itu, aku juga
lebih ber hati2 dalam berbuat sesuatu terlebih lagi semenjak aku tinggal di
kota ini aku bertemu dengan teman2 yang baik jadi rasanya memang seperti sebuah
hidayah bagiku.
“TAMAT”
Komentar
Posting Komentar